Jumat, 11 November 2011

Mother Greatest Hope...


Sebuah coretan lawas...

Apa Harapan Terbesar Seorang Ibu Terhadap Anaknya?

Apakah menjadi seseorang yang pintar? Kaya raya? Menjadi seorang yang terkenal? Menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil?

Bukan! Sama sekali bukan kawan!

Harapan terbesar seorang Ibu terhadap anaknya adalah...

anak yang dilahirkannya kelak menjadi anak yang shaleh atau shalehah, menjadi anak yang sukses, yaitu sukses berjalan memasuki Syurga-Nya kelak.

Itulah harapan terbesar seorang Ibu terhadap anaknya, harapan itu datang bukan ketika Ia pertama kali menatap mata buah hatinya, namun jauh sebelum itu,semenjak Ia mengandung. Betapa besar rasa khawatirnya jika harapannya itu tidak terwujud. Ia hanya menginginkan sebuah pertemuan yang kekal di akhirat kelak.

Apakah kita sebagai seorang anak menyadari hal ini? Mungkin sebagian dari kita akan menjawab ya, mungkin sebagian akan menjawab tidak-dan masih berpikir membahagiakan Ibu dengan hal-hal duniawi lainnya...akan tetapi setiap diri kita pasti akan lebih memahami dan merasakan hal yang harapan terbesar itu ketika menjadi seorang Ibu. Ya, Ibu hanya menginginkan kita menutup usia dengan khusnul khatimah…

Maka menjadi seorang anak yang shaleh atau shalehah adalah sebuah kado terindah yang tak ternilai harganya bagi Ibu kita..

Tulisan ini didedikasikan untuk mamah tercinta, ibu mertua yang kusayangi, dan putri kecilku-Aufa-tercinta yang baru akan menginjak usia 3 bulan.


Kamis, 10 November 2011

Rotasi Layar :)


Lain, hari lain lagi masalahnya… setahun yang lalu Aufa 'berhasil' merotasi tampilan layar komputer 90 derajat…


Ini ternyata dikarenakan (secara tidak sengaja tentunya) tombol Ctrl, Alt dan arah kanan (right arrow) tertekan secara bersamaan…

Yah, untuk mengembalikan ke kondisi semula.. tinggal tekan bersamaan tombol Ctrl, Alt dan arah panah atas (up Arrow)…

Semoga bermanfaat ya tips nya..

Tombol J K L jadi 1 2 3



Setelah Aufa suka ‘ikut mengetik’ (baca: memencet tuts keyboard asal-asalan).. seringkali laptop mengalami error di bagian keyboard… Terima kasih ya Nak, ummi jadi banyak belajar tentang kegunaan tuts yang ada di keyboard….

Suatu hari, ketika saya mengetik tiba-tiba huruf JKL jadi 123, UIO jadi 456…

Seharusnya angka-angka tersebut muncul jika kita menahan tombol FN, tapi ini yang terjadi malah sebaliknya… jika kita ingin mengetik huruf JKL dan UIO harus sambil menekan FN, lelahnya jari ini lama kelamaan…

Bagaimana solusinya?

Setelah Googling akhirnya nemu solusinya:

รจ Tekan tombol FN bersamaan dengan NumLk

Jika di Laptop tidak ada tombol NumLk, tekan FN bersamaan dengan tombol F11..

Demikian Tips kali ini J

Sabtu, 05 November 2011

Isu Kemiskinan di Saudi

Beberapa media pekan ini ramai mengabarkan tentang sebuah video yang diunggah di YouTube. Video ini mengungkap kemiskinan yang ada di Saudi, di daerah Jadariyah dekat pusat Kota, Riyadh.
Yang menarik adalah, ada sebuah komentar pembaca di sebuah media online yang menyebutkan bahwa sebenarnya kemiskinan di Arab Saudi melebihi kemiskinan yang terjadi di Indonesia, hmmm Benarkah???
Saya sangsi akan komentar tersebut, karena yang saya saksikan selama kurang lebih 2 tahun di Riyadh:
  1. Sangat jarang terlihat pengemis dijalanan (tidak seramai di Indonesia)
  2. Benar Orang Saudi memang sulit memiliki rumah sendiri, akan tetapi mereka tinggal di rumah-rumah kontrakan, yang pada kenyataannya lebih baik dibandingkan saudara-saudara kita di Indonesia yang banyak tinggal di rumah-rumah kardus T_T
  3. Harga sembako disini sangat terjangkau oleh masyarakat… roti dan susu sangat murah… hanya SR 1.. bahan bakar kendaraan???-kalo yang ini tak usah dipertanyakan lagi-
  4. Di Saudi tak ada Pajak. Walaupun begitu, jalan aspal tak ada yang bolong-bolong…

Benarkah kemiskinan di Arab Saudi lebih parah dibandingkan dengan di Indonesia??
Allahu’alam, Allahlah yang Maha Tahu.

Rabu, 28 September 2011

Home Sweet Home


Setelah merantau selama 2 tahun, saya dan mungkin teman-teman lain juga merasakan hal yang sama…
Ketika sedang di rantau, rindu tanah air, rindu suasananya, makanannya, dan tentu saja rindu orang tua , sanak saudara, serta sahabat.. Ketika kemarin libur musim panas tiba, para bahist (mahasiswa+peneliti) dan beberapa pekerja lainnya, dapat berlibur selama 2 bulan.. sebagian besar dari kami pulang ke tanah air..
Lalu apa yang terjadi? Ternyata.. begitu pula sebaliknya ketika sedang di tanah air, kami rindu tempat tinggal di rantau
Ketika jadwal kembali ke tanah rantau sudah dekat, saya sendiri sedih karena harus meninggalkan keluarga tercinta. Namun, Ternyata! setibanya di Riyadh.. hati ini rasanya tentram, nyaman dan bahagia.. tidak ada rasa sedih sama sekali…
Jadi dimana sebenarnya tempat yang kami sebut ‘rumah/home ( a place where we belong to)’?
Allahu ‘alam,akan tapi yang saya rasakan, tempat dimana kami (saya, suami dan juga anak) tinggal, di belahan bumi Allah manapun.. mungkin disitulah yang kami sebut dengan ‘rumah’

Kamis, 01 September 2011

Fenomena ‘Langka’ Di Saudi


Di suatu siang.. ada seorang perempuan mencuci mobil yang terparkir di luar rumah, tepatnya di depan rumah kami… wow berani sekali tetangga kami ini!!