Tampilkan postingan dengan label Catatan Perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Perjalanan. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Februari 2012

Tiada Hari tanpa Singgah di Warung Malang Club (Trip To Hong Kong)

(sumber foto: esumpelo.wordpress.com)
lupa ga foto WMCnya, masih amatiran jadi citizen journalist-nya

Berbekal informasi dari internet, bahwa di Hongkong, tepatnya di daerah cause way bay (tak jauh dari tempat hotel kami-daerah wanchai) ada restoran Indonesia, namanya Warung Malang Club (WMC)… Malam hari pertama kami di Hong Kong langsung saja suami pergi ke WMC untuk membeli makan malam..

Ngapain jauh2 ke Hong Kong makannya tetep makanan Indonesia???

Pertimbangan utama kami adalah tentu saja Aufa, walau tinggal di Saudi tetap makanan kesehariannya makanan rumahan umminya.. . Nasi kabsah khas arab sebetulnya Aufa suka, tapi ternyata di Hong Kong rasanya pedas tak seperti di Saudi,,,

Mau makan roti, kami tak tahu mana yang halal dan mana yang tidak, maka kita cari yang aman2 sajah

Akhirnya.. ya selama kami disana, tiada hari tanpa mengunjungi WMC, walau harus berjalan kaki dan naik turun trem… yang penting asupan makanan untuk buah hati kami terpenuhi

Senang bisa bersilaturahim dengan ibu dan bapak pemilik WMC serta anak cucunya yang semuanya lahir-besar di Hong Kong. Kalau saya tidak salah nama bapaknya pak Nurali, mereka sangat ramah, sederhana dan bersahaja. Selain usaha restoran Indonesia, mereka juga membuka pesanan catering untuk turis-turis yang berasal dari Indonesia. Ketika kami kesana, sang Ibu sedang mempersiapkan makanan pesanan dari Ibu-ibu dan anak-anak indonesia yang akan melakukan pertandingan persahabatan antar club sepak bola.

Alhamdulillah menu di WMC beragam dan enak-enak… walaupun ya tek semurah makanan dan jajanan di Indonesia…

Jumat, 17 Februari 2012

Hong Kong View From Above


Landing....







View From The Peak



Upgrade oh Upgrade (Trip To Hongkong)


Ada cerita lucu (lucu menurut saya saja mungkin ya?),
sewaktu kami akan berangkat ke Hong Kong.. suami ingin sekali mencoba apa yang Muhammad Assad tuliskan dalam buku ‘Notes form Qatar’ dan tips2 yang Ia dapatkan via youtube, mengenai upgrade class di pesawat. Lalu suami pun memakai seyelan pakaian yang membuatnya ‘terlihat’ seperti penumpang class business :D, ketika check in di bandara King Khalid, saya menunggu di waiting area khusus keluarga, saya yang tak berharap banyak ketika itu..

Setelah selesai check in, suami senyam senyum , ternyata mission failed… he..he..

Ya sudahlah yang penting sudah usaha, mungkin belum rezeki kami..


Singkat cerita, sesampainya kami di Hotel harborview, suami check in, saya menunggu di lobi hotel. Ketika sampai di kamar, saya cukup kaget karena kami mendapatkan kamar yang harbor view, bukan city view yang sebelumnya telah kami pesan. Ternyata kata suami, kami dapat free upgrade kamar hotel…

Alhamdulillah J Allah yang Maha Tahu yang terbaik bagi hamba-Nya...


jadi bisa lihat symphony of lights dari kamar :)


Kamis, 16 Februari 2012

Bandara Chek Lap Kok-Harborview Hotel (Trip To Hong Kong)


Turun di bandara Chek Lap Kok, kami disambut dengan hujan yang cukup deras dan petugas bandara (walaupun wanita) yg tetap sigap di tengah hujan..





Di Bandara kami banyak menemukan pekerja-pekerja wanita , turis lokal maupun internasional berseliweran memakai baju ‘seadanya’, astaghfirullah. Datang dari negeri Arab, hal ini cukup membuat kami terkaget-kaget…

Bandara yang megah dan sangat luas ini, pantaslah dijuluki the best airport, karena luasnya, fasilitasnya, desain airportnya.. dan petugas yang (menurut kami) professional cekatan..



Letak bandara Hongkong ini, satu pulau sendiri, dikelilingi lautan, berbeda pulau dengan pusat kota Hong Kong. Jangan khawatir, untuk akses ke tempat-tempat lainnya di Hong Kong, terdapat kereta yang menghubungkan airport ke tempat2 tersebut.

Sesampainya kami disana (setelah melewati imigrasi dan ambil bagasi,) kami langsung membeli tiket kereta (PP Hong Kong Island-Airport) dan Octopus card tentunya. Octopus Card ini, penting sekali sodara2 untuk dibeli segera, karena system pembayaran di Hong Kong ini banyak menggunakan Octopus card… seperti untuk bayar MTR, belanja di warung2, naik bis, dsb…


sumber: myhongkongblog.blogspot.com ( saya lupa foto kartu octopus)



foto kartu airport express



Menunggu kereta datang

interior kereta airport express


Setelah naik kereta, ada dua pilihan untuk bisa sampai hotel, bisa naik taksi atau naik bus. Melihat antrian yang cukup panjang untuk naik taksi, akhirnya kami memutuskan untuk naik bus saja… Ternyata menggunakan bus yang ini gratis! Karena ini termasuk layanan dari kereta airport. Tujuan Bus ini memang ke hotel2 (hotel berbintang tentunya).. dari station kereta, bus ini selalu berhenti persis di depan hotel, menurunkan penumpang, dan menarik penumpang yang akan ke airport.




Nah, karena si bus ini, dia berhentinya di hotel berbintang 5
yan
g super wah… kita mulai lah was-was… turun dimana ya nanti? Tapi Alhamdulillah si Supir tau hotel yang kita maksudkan.. akhirnya kami turun di hotel (lupa nama hotelnya) yang dekat dengan hotel kami, harborview hotel. Alhamdulillah, akhirnya tibalah waktu untuk beristirahat sejenak di hotel.


Selasa, 24 Januari 2012

Cathay, Menu Makan yang Enaaak dan Children Friendly (Trip To Hong Kong)



Alhamdulilllah, ketika kami Boarding di Bandara King Khalid Riyadh, kami mendapat pelayanan yang baik. Karena kami membawa anak kecil, maka kami mendapat prioritas, tak perlu mengantri langsung masuk pesawat. Untuk stroller bisa dibawa hingga boarding, dan akan dikembalikan langsung ketika kita turun dari pesawat. Tentu saja hal ini sangat membantu, karena memudahkan mobilitas kita di bandara.

Lalu, ini dia yang istimewa, menu makanannya MasyaAllah enak banget dan Asia banget… J Sesuai dengan lidah Indonesia dan bebas dari aroma masakan timur tengah he..he.. Alhamdulillah Aufa juga suka menu makanannya.

Selain itu pramugarinya juga ramah terhadap anak dan cekatan.. Basinet untuk anak di pesawatnya sesuai procedure, kemudian untuk anak mendapatkan seperangkat alat ganti diapers (plus cream diaper rash, pelastik untuk popok yang sudah dipakai, vitamin) juga bubur bayi.

Kekurangan cathay menurut kami, yang pertama, lebih mahal biaya tiketnya. Untuk anak dibawah 2 tahun, harus membayar tiket 30% padahal biasanya airline lain hanya 10%nya. Kemudian bagasi yang kecil hanya 25 kg (karena kami sebelumnya pernah pakai saudia, bagasi 40 kg, dan etihad 32 kg) . Yang terakhir kursinya, kursinya itu ga reclining seat, jadi senderannya ga bisa dirubah banyak, yang berubah itu bagian bawahnya jadi kedepan. Mungkin tujuannya baik, agar tidak mengganggu penumpang yang dibelakang, namun buat saya Jadi kurang ergonomis. Tapi ya, itu relative juga ya, beda orang beda standar kenyamanan soalnya...

Semoga bermanfaat ya review pesawat cathaynya…

Persiapan (Trip to Hong Kong)



Pertengahan 2011 yang lalu kami mudik ke Bandung Indonesia, akan tetapi kami transit terlebih dahulu di Hongkong.. setali tiga uang, sambil menyelam minum air,, Karena kami termasuk pasangan yang memiliki passion untuk menjelajah bumi Allah dan mengambil hikmah darinya.. mengenal dan memahami perbedaan-perbedaan yang Allah ciptakan di setiap ruang dunia.. akhirnya kami mengagendakan transit berhari-hari J

Persiapanpun dimula, tugas langsung terbagi dua dengan sendirinya, tanpa ada instruksi.. coz men are from mars and women are from venus J

Persiapan yang dilakukan suami yang pertama adalah booking hotel yang ramah untuk family. Sebetulnya banyak yang murah ala backpacker, tapi kami juga mempertimbangkan kenyamanan untuk Aufa buah hati kami… kami cukup terbantu dengan adanya website agoda.com yang memberikan banyak review tentang hotel-hotel, tempat-tempat penginapan dan kemudahan untuk booking tentunya.

Alhamdulillah kami mendapatkan hotel yang baik, nyaman, bersih dan Alhamdulillah yang istimewa adalah kami mendapatkan upgrade dari hotel tersebut. Upgrade dari awalnya mendapat kamar dengan harga yang city view jadi harbor view.

Persiapan yang kedua adalah memahami dan menghafalkan rute jalan di Hongkong. Rute kereta, rute bis, sistem pembayaran dsb, sehingga kita bisa lebih menghemat waktu, nggak celingak celinguk di negeri orang apalagi bawa anak kecil.

Tugas saya adalah mencari dan membuat list tempat-tempat belanja murah untuk membeli souvenir/oleh-oleh, dan tentu saja persiapan packing (membuat check list packing dsb). Packing menjadi istimewa karena kami membawa Aufa yang baru berumur 1.5 tahun sehingga segala sesuatu harus dipersiapkan dengan baik terutama masalah makanan, obat-obatan plus thermometer, baju ganti, diapers , tissue basahnya, dsb. Untuk lebih lengkapnya, check list keperluan bayi ketika travel jarak jauh bisa di download di babycenter.com

Agenda harian, budgeting, dan tempat-tempat yang akan dikunjungi kami rencanakan bersama-sama. Seluruh persiapan dituliskan dalam buku perjalanan, mulai dari checklist barang-barang yang dibawa setiap anggota keluarga, budget, agenda harian dan oleh-oleh apa saja yang akan dibeli, tak lupa pula laporan keuangan harian.

Setelah semua persiapan dilakukan termasuk packing, sebelum berangkat ke bandara kita lakukan final check bersama. Setelah itu bismilah, kita berangkat ke bandara…

(bersambung)